Novel Kisah Kita Yang Terhenti (Part 1)

Novel Kisah Kita Yang Terhenti (Part 1)


Kisah kita yang

TERHENTI

***

Malam  ini tak begitu cerah, tak ada bintang, bahkan hawa sangat dingin begitu menusuk.

Aku menyandarkan pungung pada sebuah kursi santai di balkon apartemen, memegangi gelas teh hangat yang kuseduh.

Pikiranku melayang jauh, kemudian perlahan air mata mengalir diujung mata, dadaku sesak lagi, ingatan tentang dirimu selalu membuatku menderita. Aku merasa sangat rapuh, hati ini hampa semenjak saat itu. Kamu.. seseorang yang begitu aku benci tapi juga aku rindukan.

Andai kau tahu perjalanan melupakan yang kulalui. Lima  tahun telah yang berlalu, namun masih jelas ingatan tentang kenangan kala itu. kamu seorang lelaki yang begitu berharga bagiku. Pergi begitu saja tanpa pernjelasan, tanpa memikirkan perasaanku. Meninggalkanku demi dia yang bagimu lebih baik.

Apa kau tahu bagaimana menderitanya aku? apa kau tau perasaanku yang penuh keputusasan atas kepergianmu yang tanpa penjelasan.

Setelah itu kamu menghindariku, memandangku seperti  orang asing, apa kau tahu betapa hancurnya aku.

“REN!!” nama itu terucap tanpa kusadari, aku memegangi dadaku yang terasa sesak.

Logika ku selalu kalah jika berhubungan tentang dirimu

Apa kau tahu.. bagiku setiap waktu yang dilalui bersamamu sangat mengesankan. Aku tidak pernah memandang yang lain selain kamu. Sekalipun keyakinan kita yang berbeda aku tak pernah memperhitungkan itu. yang penting bagiku adalah bersamamu dan menjadi bahagia.

Sekali pun telah berlalu begitu lma tapi tak sekali pun aku melupakanmu, membekas dalam hati, tertanam dalam batin, menjadi serpihan duri dalam daging namun tak sedikit pun ingatan tentangmu pudar.

“Ahh sudahlah Elja, jangan mengenangnya lagi...” aku bicara pada diriku sendiri.

Aku pun pergi ketempat tidur, berbaring dan memejamkan mataku yang masih basah karena air mata,  berharap semua rasa sakit ini hilang bersama dengan tidurku malam ini. 

***

Disisi lain, disuatu tempat yang berbeda, di malam yang sama. Rupanya bukan hanya Elja yang menderita tapi Ren juga, namun dia menyembunyikan perasaannya. Sudah lima tahun berlalu dia berusaha berpura-pura mengabaikan Elja. Ternyata ada suatu hal yang tidak diceritakan Ren...

Lima tahun berlalu, Ren masih mencintai Elja. Dia pergi bukan atas keinginannya. Dia harus melakukannya karena orang tuanya yang tidak merestui hubungan mereka. Latar belakang keluarga Ren yang ternyata adalah saingan bisnis keluarga Elja membuat orang tua Elja pun tidak menyukainya.

Kedua insan ini rupanya saling mencintai namun, Ren memilih untuk mematahkan hati mereka, berharap Elja mendapatkan kebahagiaan bersama orang lain, yang dimana itu pun menyakitinya. Sungguh bagaikan pedang bermata dua.

***

Sementara itu kala ren tenggelam dalam pikirannya tentang kabar elja. Tibalah “Aldo”  sahabat dekatnya..

Dia juga sahabat dekat Elja, dulu mereka selalu bersama tapi sekarang hanya aldo yang berhubunga baik denagn Alja, yaa... itu karena ren yang menghindari.

“Ren! Ke cafe yok,. Bosan ni seharian dikantor” ajak Aldo

“ok, gw juga lagi kacau banget nih butuh hiburan”

Akhirnya mereka berangkat, dan menghabiskan waktu mereka bersama teman-teman yang lain. Saat tengah asik berkumpul salah seorang teman berbicara sambil memperlihatkan sebuah gambar di instagram

“wah gilaa! Ini si Elja, makin cantik aja sekarang.”

Ren ter henyak mendengar nama Elja, namun bersikap tenang dan tidak banyak merespon. Namun diam-diam dia juga melihat gambar yang ditunjukan temannya.

“dia masih saja cantik seperti dulu” ucap Ren dalam hatinya sambil tersenyum...

Malam itu mereka menghabiskan malam di bar cafe, kebiasan yang mereka lakukan saat malam minggu. Untuk melepas lelah dikantor.

Malam itu mungkin karena pengaruh alkohol dan juga rindunya pada Elja dia meminta kontak elja pada Aldo dan menghubunginya. Namun tidak diangkat

“wah gak diangkat.., apa udah tidur ya?”

“Ah iya ini kan sudah tengah malam anak perempuan pasti udah tidur” kata Aldo

“Atau... lagi malam mingguan sama pacarnya kali... hahahaa” kata salah seorang teman mereka

Seketika dada Ren terasa sakit seolah terkoyak, mendengar ucapan temannya. Memang bukan hal baru lagi. Karena setahun semenjak putus dengan Ren.. Elja telah menjalin hubungan dengan laki-kali pilihan ayahnya. Jadi bisa dikataan hubungan mereka Elja dan pacarnya telah berjalan selama 4 tahun.

Ren terdiam sesaat.. kemudian dia mengetik sebuah pesan...

Isinya.... “hy Elja, apa kabarmu? Ini aku Ren.”

Pesan itu terkirim namun belum dibaca. kemudian Ren menghela nafas kepalanya terasa berat lalu memutuskan untuk pulang kerumah malam ini. Fikirannya tak karuan dia ingin tidur dan menenangkan diri.

(Bersambung.............)

Baca Juga : Kisah Kita Yang Terhenti Part 2


Penulis : Erina Kristiani 😉

3 Komentar

  1. Keren,tatap berikan kisah menginspirasi yang memberi semangat bagi setiap orang.
    Gbu......

    BalasHapus
  2. Ditunggu kelanjutan kisahnya😊

    BalasHapus
  3. Terima kasih telah berkunjung di web blog erin.my.id

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak